Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2009

6 Hal tentang Indonesia

  • Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni).
  • Di Indonesia ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dengan luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2.
  • Indonesia adalah Negara Maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
  • Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.
  • Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.
  • Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.

Rabu, 18 Februari 2009

Anthrax

Antraks (anthrax) adalah penyakit infeksius dan menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang membentuk spora. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan penderita ke manusia, sehingga digolongkan sebagai penyakit zoonosa atau zoonosis.
Spora pada bakteri berfungsi sebagai alat perlindungan bakteri tersebut dari pengaruh lingkungan yang tidak sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangbiaknya. Spora bakteri antraks dapat ditemukan pada tanah, bulu, wol, kulit, debu, tepung tulang. Spora tersebut dapat bertahan selama 60 tahun di dalam tanah kering.

Di Indonesia pertama kali ditemukan di Teluk Betung, pada tahun 1984. Daerah endemis Antraks yang sering terjadi kasus adalah Jawa Barat (Bogor, Purwakarta), Jawa Tengah (Boyolali), NTB, NTT dan DI Yogyakarta (Sleman), Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Lampung, Jambi, Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah. Antraks digolongkan sebagai zoonosis yang strategis karena :
  • Berpengaruh terhadap kesehatan manusia dan ketentraman bathin masyarakat;
  • Berpengaruh terhadap Sosio-Politik dan keamanan Negara;
  • Berdampak negatif terhadap perekonomian dan perdagangan Nasional/Internasional.
Antraks dapat menyerang hewan berdarah panas, seperti pemamah biak atau ruminansia (kambing, domba, sapi, kerbau), rusa, kuda, babi hutan, burung onta dan satwa liar. Manusia dapat tertular Antraks melalui :
  1. Kontak antara luka pada kulit dan hewan atau produk hewan yang mengandung spora bakteri antraks (agricultural anthrax)
  2. Saluran pernafasan akibat terhirupnya spora bakteri antraks ke dalam saluran pernafasan saat menangani produk hewan seperti kulit, bulu dan wol yang mengandung spora (industrial anthrax)
  3. Saluran pencernaan akibat memakan pangan asal hewan yang mengandung spora bakteri Antraks.
Gejala yang bersifat perakut (sangat cepat) terjadi sangat mendadak dan segera diikuti kematian. Gejala berupa sesak nafas, gemetar kemudian hewan rebah. Kadang terdapat gejala kejang. Pada sapi, kambing dan domba mungkin terjadi kematian yang mendadak tanpa menunjukkan gejala penyakit terlebih dahulu. Gejala yang bersifat akut (cepat) pada sapi, kambing, domba dan kuda antara lain demam (suhu tubuh dapat mencapai 41,50C), gelisah, sesak nafas, kejang dan diikuti dengan kematian. Kadang sesaat sebelum kematian keluar darah berwarna kehitaman yang tidak membeku dari lubang-Iubang kumlah (Iubang hidung, mulut, telinga, anus dan alat kelamin). Pada kuda dapat terjadi nyeri perut (kolik), diare berdarah, bengkak daerah leher, dada, perut bagian bawah dan alat kelamin bagian luar. Gejala klinis pada manusia terdapat 3 (tiga) bentuk, yaitu (1) bentuk kulit (kutan), (2) bentuk pernafasan, dan (3) bentuk pencernaan (gastrointestinal) 1.Bentuk kulit bersifat lokal, timbul bungkul merah pucat (karbungkel) yang berkembang jadi kehitaman dengan cairan bening berwarna merah. Bungkul dapat pecah dan terjadi koreng. Bungkul berikutnya muncul disekitarnya. Jaringan di sekitar bungkul tegang, bengkak dengan warna merah tua pada kulit sekitarnya . jika tidak diobati, penyakit akan berlanjut lebih parah dan dapat menyebabkan kematian (akibat septicemia) 2. Bentuk Pernafasan
  • sesak nafas di daerah dada, batuk.
  • demam (tidak terlalu tinggi)
  • dapat menyebabkan kematian jika penderita kekurangan oksigen akibat sesak nafas yang hebat (dyspnoe disertai sianosis)
3. Bentuk Pencernaan
  • nyeri dibagian perut
  • demam
  • jika tidak diobati, dapat menyebabkan kematian (akibat septicemia)

Bagaimana Cara Penanggulangan Antraks ?
  1. Penyembelihan hewan dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) resmi dibawah pengawasan Pemerintah.
  2. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan atau pemeriksaan antemortem dan pemeriksaan kesehatan daging /karkas, jeroan dan kepala setelah penyembelihan atau pemeriksaan postmortem oleh dokter hewan atau paramedis kesehatan hewan di bawah pengawasan dokter hewan pada proses penyembelihan hewan.
  3. Hewan yang demam tinggi dan sa kit jangan disembelih. Hanya hewan yang sehat (berdasarkan pemeriksaan antemortem) yang boleh disembelih terutama di daerah endemis Antraks.
  4. Hewan penderita Antraks harus diisolasi, tidak kontak dengan hewan sehat lainnya, ditangani dan diawasi oleh dokter hewan atau paramedis kesehatan atau petugas yang berwenang. Peralatan dan kandang yang kontak dengan hewan sakit harus didesinfeksi.
  5. Hewan penderita Antraks dilarang disembelih.
  6. Hewan yang mati karena Antraks harus segera dimusnahkan dengan cara membakar atau dikubur dalam-dalam. Seluruh peralatan dan kandang dimusnahkan (dibakar) atau didesinfeksi.
  7. Orang yang kontak dengan hewan sa kit dan hewan yang mati akibat Antraks harus benarbenar memperhatikan hygiene pribadi dan sanitasi lingkungan.
Peran dan kepedulian masyarakat dalam pengendalian dan penanggulangan Antraks sangat penting. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat antara lain:
  • Peternak mengawasi kondisi kesehatan hewannya. Oi daerah endemis, ternak perlu divaksinasi secara rutin.
  • Masyarakat melaporkan kepada petugas Oinas Peternakan atau Oinas yang membidangi fungsi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) jika mengetahui ada hewan penderita Antraks dan pemotongan hewan di luar RPH, terutama jika diketahui adanya penyembelihan hewam sakit atau demam tinggi.
Pembentukan kader masyarakat untuk berpartisipasi dan melaksanakan pengawasan penyembelihan hewan.

Sumber:
Direktorat Kesehatan
Masyarakat Veteriner
Direktorat Jenderal Perternakan
Departemen Pertanian

Selasa, 28 Oktober 2008

HARI SUMPAH PEMUDA

foto courtesy beritasore.comApabila hari ini 28 Oktober kita merayakan hari sumpah pemuda, maka rasanya kita perlu melihat kepada sejarah dari lahirnya Sumpah Pemuda itu sendiri, 80 tahun lalu dimana para pemuda saat itu merasa perlu adanya suatu perekat dan pemersatu agar bangsa lebih solid dalam menuju kemerdekaan kala itu. Dengan kata lain sumpah pemuda itu mencerminkan sebuah tekad dan komitmen dan cinta terhadap bangsa dan Negara.

Lalu bagaimana dengan pemuda saat ini? Apabila banyak pihak justru merasa prihatin atas semakin melorotnya optimisme kolektif bangsa dengan semakin lunturnya semangat persatuan bangsa, terutama dikalangan kaum muda yang pada saat ini tidak begitu nampak memiliki semangat seperti apa yang dimiliki para pemuda ditahun 2008.
Yang nampak kini justru adalah sebaliknya, saat ini kita malah melihat adanya penonjolan kepentingan daerah daripada kepentingan nasional oleh kaum muda. Jangankah bicara semangat persatuan bangsa, bicara dalam lingkup kecilpun semisal antar kampus mahasiswa, sebagian pemuda saat ini justru lebih ‘menikmati’ tawuran diantara mereka bahkan antar kampuspun sudah nampak sekupnya terlampau luas untuk diibaratkan, karena faktanya dalam satu kampus yang berbeda fakultaspun bukanlah berita yang asing bagi kita tentang bagaimana para pemuda harapan bangsa itu bisa saling serang satu sama lain, untuk urusan yang sepele.

Tragedi Monas 1 Juni lalupun bisa menjadi suatu fakta dan indikasi bahwa ruh dari sumpah pemuda disebagian kita memang sudah memudar, sehingga apabila para pemuda tahun 1928 bisa membingkai perbedaan itu didalam suatu ikatan kebangsaan, maka tragedi Monas menunjukkan bahwa sebagian pemuda saat ini malah terperosok kedalam sektraian dan tidak siap untuk berbeda pandangan dengan sesama anak bangsa lainnya.

Jadi Apabila Bung Karno pernah mengatakan "Berikan aku 10 pemuda. Aku akan sanggup merubah dunia." Tentulah pemuda yang Beliau maksud bukanlah pemuda yang hanya asyik memikirkan diri dan atau kelompoknya saja. Bukan pula pemuda pemalas apalagi pemuda yang suka tawuran dan tidak toleran.

Selamat hari Sumpah Pemuda.