Kamis, 07 Oktober 2010

Bokong Besar Pertanda Jantung Sehat

Memiliki bokong besar bukan sekadar menampilkan kesan seksi. Studi terbaru mengungkap, timbunan lemak di bagian bokong dan paha dapat meningkatkan harapan hidup pemiliknya.

Berdasar studi yang dilakukan sejumlah pakar kesehatan dari Mayo Clinic, di Rochester, Minnesota, lemak yang terakumulasi di bokong dan pangkal kaki bagian atas justru mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Tidak seperti lemak di perut yang meningkatkan risiko tiga penyakit tersebut.

Tim peneliti yang dipimpin Dr Michael Jensen melibatkan 28 pria dan wanita sebagai partisipan. Selama delapan minggu, mereka memberi perlakuan dan pola makan yang sama terhadap seluruh partisipan. Mereka ingin melihat pertumbuhan lemak di tubuh para partisipan.

Mayoritas partisipan memiliki lemak sekitar 2,45 kg di bagian tubuh atas seperti perut dan dada. Sementara di bagian tubuh bawah seperti bokong, pinggul, dan paha sekitar 1,5 kg. Pengukuran ini dilakukan sebelum dan setelah 'masa karantina'.

Dalam penelitian terungkap, ada perbedaan sel-sel lemak yang melilit bagian tubuh atas dan bawah. Sel-sel lemak di bagian tubuh bawah mengandung agen anti-inflamasi alami yang dapat menghentikan penyumbatan arteri.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Jensen mengatakan, temuan ini menantangnya untuk mencari cara meningkatkan produksi lemak di bagian tubuh bagian bawah tanpa menambah timbunan lemak di bagian tubuh bagian atas. "Ini penting untuk membentuk perlindungan tubuh dan membantu mencegah penyakit."

Temuan yang dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences mungkin bisa menjelaskan manfaat memiliki tubuh berbentuk buah pir.

sumber:VIVAnews

Senin, 16 Agustus 2010

Orang Kediri Sukses di Negeri Jepang


Dr. Khoirul Anwar
INSPIRASI besar memang bisa datang dari mana saja, termasuk dari film animasi untuk anak-anak. Anda mungkin tak pernah mengira, sebuah film anime Jepang ternyata bisa mengilhami penemuan penting yang merevolusi anggapan tak terpatahkan di jagat transmisi telekomunikasi nirkabel.

Tapi cerita itulah yang terjadi pada diri Khoirul Anwar, dosen sekaligus peneliti asal Indonesia yang bekerja di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology, di Jepang.

Saat terdesak karena harus mengajukan tema penelitian untuk mendapatkan dana riset, Khoirul memeras otaknya. Akhirnya ide itu muncul juga dari Dragon Ball Z, film animasi Jepang yang kerap ia tonton.

Ketika Goku, tokoh utama Dragon Ball Z, hendak melayangkan jurus terdahsyatnya, 'Genki Dama' alias Spirit Ball, Goku akan menyerap semua energi mahluk hidup di alam, sehingga menghasilkan tenaga yang luar biasa.

"Konsep itu saya turunkan formula matematikanya untuk diterapkan pada penelitian saya," kata Khoirul, kepada VIVAnews melalui surat elektroniknya, Jumat 13 Agustus 2010.

Maka inspirasi itu kini mewujud menjadi sebuah paper bertajuk "A Simple Turbo Equalization for Single Carrier Block Transmission without Guard Interval."

Khoirul memisalkan jurus Spirit Ball Goku sebagai Turbo Equalizer (dekoder turbo) yang mampu mengumpulkan seluruh energi dari blok transmisi yang ter-delay, maupun blok transmisi terdahulu, untuk melenyapkan distorsi data akibat interferensi gelombang.

Asisten Profesor berusia 31 tahun itu dapat mematahkan anggapan yang awalnya 'tak mungkin' di dunia telekomunikasi. Kini sebuah sinyal yang dikirimkan secara nirkabel, tak perlu lagi diperisai oleh guard interval (GI) untuk menjaganya kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Turbo equalizer-lah yang akan membatalkan interferensi sehingga receiver bisa menerima sinyal tanpa distorsi.

Dengan mengenyahkan GI, dan memanfaatkan dekoder turbo, secara teoritis malah bisa menghilangkan rugi daya transmisi karena tak perlu mengirimkan daya untuk GI. Hilangnya GI juga bisa diisi oleh parity bits yang bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan akibat distorsi (error correction coding).

"GI sebenarnya adalah sesuatu yang ‘tidak berguna’ di receiver selain hanya untuk menjadi pembatas. Jadi mengirimkan power untuk sesuatu yang ‘tidak berguna’ adalah sia-sia," kata Khoirul.

Gagasan ini sendiri, dikerjakan Khoirul bersama Tadashi Matsumoto, profesor utama di laboratorium tempat Khoirul bekerja. Saat itu ia dan Tadashi hendak mengajukan proyek ke Kinki Mobile Wireless Center.

Setelah menurunkan formula matematikanya secara konkrit, Khoirul meminta rekannya Hui Zhou, untuk membuat programnya.

Metode ini bisa dibilang mampu memecahkan problem transmisi nirkabel. Apalagi ia bisa diterapkan pada hampir semua sistem telekomunikasi, termasuk GSM (2G), CDMA (3G), dan cocok untuk diterapkan pada sistem 4G yang membutuhkan kinerja tinggi dengan tingkat kompleksitas rendah.

Ia juga bisa diterapkan Indonesia, terlebih di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit, maupun di daerah pegunungan. Sebab di daerah tadi biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay lebih panjang.

Tak heran bila temuan ini membesut penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan.

Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Bahkan teknologi ini juga tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi China, Huawei Technology.

***

Ini bukan sukses pertama bagi Khoirul. Pada 2006, pria asal Kediri, Jawa Timur itu juga telah menemukan cara mengurangi daya transmisi pada sistem multicarrier seperti Orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) dan Multi-carrier code division multiple access (MC-CDMA).

Caranya yaitu dengan memperkenalkan spreading code menggunakan Fast Fourier Transform sehingga kompleksitasnya menjadi sangat rendah. Dengan metode ini ia bisa mengurangi fluktuasi daya. Maka peralatan telekomunikasi yang digunakan tidak perlu menyediakan cadangan untuk daya yang tinggi.

Belakangan, temuan ini ia patenkan. Teknik ini telah dipakai oleh perusahaan satelit Jepang. Dan yang juga membuatnya membuatnya kaget, sistem 4G ternyata sangat mirip dengan temuan yang ia patenkan itu.

Namun, putra dari pasangan (almarhum) Sudjianto dengan Siti Patmi itu, tak pernah lupa dengan asalnya. Hasil royalti paten pertamanya itu ia berikan untuk ibunya yang kini hidup bertani di Kediri. "Ini adalah sebagai bentuk penghargaan saya kepada orang tua, terutama Ibu," katanya.

Ayah Khoirul meninggal karena sakit, saat ia baru lulus SD pada 1990. Ibunyalah kemudian berusaha keras menyekolahkannya, walaupun kedua orang tuanya tidak ada yang lulus SD.

Sejak kecil, Khoirul hidup dalam kemiskinan. Tapi ada saja jalan baginya untuk terus menuntut ilmu. Misalkan, ketika melanjutkan SMA di Kediri, tiba-tiba ada orang yang menawarkan kos gratis untuknya.

Saat ia meneruskan kuliah di ITB Bandung, selama 4 tahun ia selalu mendapatkan beasiswa. "Orang tua saya tidak perlu mengirimkan uang lagi," kata Khoirul mengenang masa lalunya. Otaknya yang moncer terus membawa Khoirul ke pendidikan yang tinggi.

Ia mendapatkan beasiswa S2 dari Panasonic, dan selanjutnya beasiswa S3 dari perusahaan Jepang. "Alhamdulillah, meski saya bukan dari keluarga kaya, tetap bisa sekolah sampai S3. Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pemberi beasiswa." katanya.

***

Sukses di negeri orang tak membuatnya lupa dengan tanah kelahiran. "Suatu saat saya juga akan tetap pulang ke Indonesia. Setelah meraih ilmu yang banyak di luar negeri," kata Khoirul.

Di luar kehidupannya sebagai seorang periset, Khoirul juga mengajar dan membimbing mahasiswa master dan doktor. Kedalaman pengetahuan agama pria yang sempat menjadi takmir masjid di SMA-nya itu, juga membawanya sering didaulat memberi ceramah agama di Jepang, bahkan menjadi Khatib shalat Iedul Fitri.

Tak hanya itu, Khoirul juga kerap diundang memberikan kuliah kebudayaan Indonesia. "Keberadaaan kita di luar negeri tak berarti kita tidak cinta Indonesia, tapi justru kita sebagai duta Indonesia," kata dia.

Selama mengajar kebudayaan Indonesia, ia banyak mendengar berbagai komentar tentang tanah airnya. Ada yang memuji Indonesia, tentu, ada pula yang menghujat. Untuk yang terakhir itu, ia biasanya menjawab dalam bahasa Jepang: Indonesia ha mada ganbatteimasu (Indonesia sedang berusaha dan berjuang).

***

Kini, Khoirul tinggal di Nomi, Ishikawa, tak jauh dari tempat kerjanya, bersama istrinya, Sri Yayu Indriyani, dan tiga putra tercintanya. "Semua anak saya memenuhi formula deret aritmatika dengan beda 1.5 tahun," Khoirul menjelaskan.

Yang paling besar lahir di Kawasaki, Yokohama, berusia 7 tahun. Yang kedua lahir di Nara berusia 5,5 tahun, dan ketiga juga lahir di Nara, kini berusia 4 tahun. Ia tak sependapat dengan beberapa rekan Jepangnya, yang mengatakan kehadiran keluarga justru akan mengganggu risetnya.

Baginya keluarga banyak memberikan inspirasi dalam menemukan ide-ide baru. "Belakangan ini saya berhasil menemukan teknik baru dan sangat efisien untuk wireless network saat bermain dengan anak-anak," katanya.

Malahan, Khoirul sering mengajak anak-anaknya melakukan riset kecil-kecilan di rumahnya. Bersama anak-anaknya pula, Khoirul sering menyempatkan waktu menonton bersama, terutama film animasi kegemarannya: Dragon Ball Z, Kungfu Panda, Gibli, atau Detektif Conan.

"Film animasi mengajarkan anak kita nilai yang harus kita pahami dalam kehidupan," kata Khoirul. Film animasi Gibli, misalnya, banyak bercerita bagaimana seharusnya manusia bisa bersahabat dengan alam, tidak merusaknya, serta mencintai mahluk hidup.

Bahkan ide dan semangat baru terkadang muncul dari menonton film. Misalnya nilai kehidupan yang dia petik dari film Kungfu Panda: 'There is no secret ingredient, just believe'. "Nilai ini saya artikan bahwa tidak ada rahasia sukses, percayalah bahwa apapun yang kita kerjakan bisa membuat kita sukses." kata Khoirul.(np)


Sumber:VIVANEWS.COM

Sabtu, 14 Agustus 2010

Terpecahkan, Misteri Segitiga Bermuda


Segitiga Bermuda

Misteri Segitiga Bermuda akhirnya terpecahkan. Buang jauh-jauh spekulasi alien, anomali waktu, dan fenomena aneh lain di wilayah antara Bermuda, Miami dan Puerto Rico itu.

Berdasar penelitian yang dimuat American Journal of Physics, menghilangnya kapal dan pesawat disebabkan gas alam yang menyembur di perairan itu. Gas itu berjenis methana, serupa dengan gas yang digunakan di rumah tangga untuk memanaskan oven dan mendidihkan air.

Profesor Joseph Monaghan dari Monash University di Australia mengatakan gelembung besar gas yang menyembur dari dasar laut bukan fenomena tunggal. Selain di Segitiga Bermuda, gas juga menyembur di Laut Jepang dan Laut Utara.
Methana, yang biasanya beku di bawah tekanan gas hydrates di dasar samudra, dapat berubah jadi gelembung besar yang naik ke permukaan samudra. "Saat sampai di permukaan, gelembung akan membumbung ke angkasa," kata Monaghan.

Menurutnya, semua kapal yang terkena gelembung raksasa ini akan kehilangan daya apung dan tenggelam ke dasar samudra. "Gelembung yang memiliki tekanan lebih besar, juga dapat menghajar pesawat tanpa peringatan," katanya. Dampak ke pesawat adalah kehilangan daya kerja mesin dan jatuh seketika.



sumber:Tempointeraktif

Jumat, 13 Agustus 2010

Menara Jam Mekkah

Menara Jam Mekkah Tantang Standar Waktu GMT


Jam BigBen (kiri) jam di Menara Mekkah

TEMPO Interaktif, Mekkah -Supremasi standar waktu internasional Greenwich Mean Time kini mendapat tantangan dari jam raksasa yang dibangun di Mekkah. Pemerintah Arab Saudi berharap jam Menara Mekkah ini menjadi acuan 1,5 miliar muslim di dunia.

Jam Menara Mekkah ini mulai berdetak pada Kamis ini, 12 Agusutus 2010, bersamaan dengan mulainya bulan Ramadan.

Menara Jam Mekkah ini sangat mirip dengan BigBen. Jam ini bisa dilihat dari empat arah. Jam ini lebarnya 45 meter ini akan diterangi dua juta lampu LED. Pada jam itu ada tulisan Arab besar "Dengan nama Allah." Jam ini akan beroperasi dengan standar sendiri yakni Saudi Standar Waktu atau tiga jam lebih dulu ketimbang GMT.

Jamnya sendiri ada di sebuah menara dengan puncaknya terdapat lengkungan bulan sabit sebagai lambang Islam. Menara ini akan dibangun setinggi 600 meter dan akan menjadi bangunan tertinggi kedua di dunia.

Dari soal tinggi, Menara Jam Mekkah ini akan mengalahkan Big Ben. Big Ben tingginya cuma 94,8 meter dengan lebar 6,9 meter.

Keunikan Menara Jam Mekah lainnya adalah setiap datang waktu salat, 21 ribu lampu hijau dan putih akan berpendar-pendar. Ini tanda untuk mengingatkan kaum muslimin untuk salat. Lampu ini bisa dilihat dari jarak 18 mil atau 28,8 kilometer.

Pendirian Menara Jam Mekkah ini juga bertujuan agar Mekkah menjadi patokan waktu dunia. Selama 125 tahun ini, dunia internasional hanya mengenal satu standar waktu yakni jam yang dihitung dari bujur 0 derajat yang melewati Observatorium Greenwich. Standar inilah yang ingin ditantang Mekkah.

Menurut ulama Mesir Yusuf Qardawi, Mekkah lebih tepat ditetapkan menjadi poros bumi. Dalam talkshow Syariah dan Kehidupan, Yusuf menegaskan bahwa Mekka adalah meridian utama dan menjadi "titik keselarasan magnetis sempurna".

Dia mengklaim kota suci Mekkah adalah "nol zona magnet". Data ini dikuatkan oleh beberapa temuan ilmuwan Arab seperti Abdul Basyit dari Pusat Penelitian Nasional Mesir yang mengatakan bahwa tidak ada gaya magnet di Mekkah.

"Itu sebabnya jika seseorang tinggal di sana atau melakukan perjalanan di sana, orang akan lebih sehat karena tak dipengaruhi magnet bumi," katanya seperti dikutip Telegraph.

Ilmuwan Barat menetang pernyataan tersebt. Mereka mencatat bahwa magnet Kutub Utara adalah fakta. Gaya itu melintasi garis bujur Kanada, Amerika Serikat, Meksiko dan Antartika.

sumber: Tempointeraktif.com

Senin, 09 Agustus 2010

Mobil SIM Keliling

Berhubung masa berlaku SIM akan berakhir besok hari maka tadi pagi saya menyempatkan diri untuk memperpanjang SIM, kali ini saya mencoba melakukannya di mobil SIM keliling. Ketika sampai dilokasi pada jam 8.30 pagi ternyata sudah panjang sekali antriannya sehingga meskipun tidak perlu waktu lama untuk mengisi dan menyerahkan kembali formulir isian, namun saya baru mendapat giliran difoto pada jam 13.45. Jadi saya harus menunggu selama lebih dari 5 jam!!!!




Biaya untuk perpanjangan ini adalah Rp 170.000,- (seratus tujuh puluh ribu rupiah) untuk SIM C dan Rp 175.000,-(seratus tujuh puluh lima ribu rupiah) untuk SIM A. Sedangkan apabila SIM yang anda perpanjang telah kedaluarsa maka dikenakan biaya tambahan Rp 5.000,- (lima ribu rupiah) baik untuk SIM C maupun SIM A.
Selain membawa SIM lama dan KTP asli, anda juga harus membawa copy SIM dan KTP masing-masing 2 (dua)) lembar dan jangan lupa bawalah balpoin untuk mengisi formulir.

Jadwal pelayanan mobil SIM kelliling untuk wilayah kota Tangerang dan Tangerang Selatan adalah sbb:

Pelayanan dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari, yakni pelayanan pagi (kalau tidak salah untuk permintaan formulir dilayani mulai jam 8.00 sd jam 11.00) dan sore/malam hari (jam 17.00 sd jam 21.00.)

Untuk dapat memperkirakan berapa lama anda harus menunggu sampai bisa dilayani, maka perhatikanlah nomor urut anda, karena untuk melayani seorang pemohon diperlukan waktu kurang lebih 5 menit. Misal anda mendapatkan nomor urut 50, maka dari nomor urut 1 sampai giliran anda diperlukan waktu menunggu kira2 50 X 5 menit atau sama dengan 4 jam 10 menit. Cukup lama bukan?

Setelah kebagian giliran, sayapun menjadi mafhum kenapa diperlukan waktu pelayanan yang relatif lama, tadinya saya fikir petugas cukup memasukkan nomor SIM pemohon lalu dimonitor keluarlah datanya, ambil foto lalu print. Ternyata tidak demikian karena petugas harus mengentri data pemohon secara keseluruhan dari awal. Rupanya pelayanan mereka belum online.

Bila sebelumnya saya selalu memperpanjang SIM di Polres, maka memperpanjang SIM di mobil keliling dari segi kepraktisan dan biaya itu lebih baik, karena selama ini meski memperpanjang namun faktanya kita harus selalu membayar sama dengan mereka yang membuat SIM untuk pertama kali, lima tahun lalu, misalnya saya harus membayar perpanjangan SIM seharga 300.000 rupiah atau tiga kali lipat dari harga resminya. Akan lebih baik lagi bila SIM keliling ini sudah online ke data base para pemilik SIM, sehingga akan memperpendek waktu pelayanan.

Selasa, 20 Juli 2010

Risiko Menukar "High Heels" dengan "Flats"

Banyak perempuan yang berbekal sandal jepit atau sepatu teplek saat ke kantor. Sepatu teplek ini dikenakan saat berangkat dan pulang dari kantor. Di kantor, sandal jepitnya ditukar dengan high heels. Penampilan pun berubah seketika, dan kita siap menghadapi klien dengan penuh percaya diri.

Anda mungkin akan berpikir bahwa menukar high heels atau sepatu berhak tinggi dengan sepatu datar seusai bekerja adalah tindakan yang bijak. Sayangnya, para peneliti justru mengatakan bahwa perempuan yang menghabiskan mayoritas waktunya dengan mengenakan stiletto bisa menyebabkan kerusakan otot yang parah.

Menurut penelitian yang mereka lakukan, berjalan dengan mengenakan hak tinggi menyebabkan otot-otot betis lama-kelamaan akan memendek sekitar 13 persen. Ketika Anda menukar sepatu berhak tinggi itu dengan sepatu datar, otot-otot diregangkan dalam suatu posisi yang tidak biasa dilakukan sehingga menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman.

"Perempuan yang memakai hak tinggi hampir setiap hari pasti akan melihat efek yang kronis pada otot-otot betis mereka," ujar Profesor Marco Narici, yang memimpin penelitian di Manchester Metropolitan University tersebut.

Menurutnya, otot-otot tersebut secara progresif akan menjadi lebih pendek, dan akan kesulitan untuk dipanjangkan lagi ketika sepatu berhak tinggi itu dilepaskan, dan Anda mencoba berjalan seperti biasa.

Saat mengenakan sepatu berhak tinggi, Anda akan dipaksa berjalan dengan menumpukan badan Anda pada jari-jari kaki (berjinjit), mengurangi jarak antara pergelangan dan bagian belakang lutut. Dengan demikian, hal ini akan memaksa betis untuk berkontraksi. Bahkan, ketika Anda hanya mengenakan sepatu berhak sekitar 5 cm saja, hal itu sudah bisa mengakibatkan kerusakan otot dalam jangka panjang.

"Sering kali hal itu akan membuat perempuan merasa tidak nyaman saat mengenakan sepatu olahraga atau bahkan bertelanjang kaki," tambah Narici.

Meskipun demikian, Anda tak perlu cemas. Para peneliti menyarankan agar penyuka sepatu berhak tinggi rajin melakukan latihan peregangan setelah melepaskan sepatu tersebut untuk mencegah pemendekan otot-otot betis tadi.

Salah satu latihan yang disarankan adalah, letakkan satu kaki pada anak tangga, dan kaki yang lain pada anak tangga di atasnya, lalu gerakkan tumit ke atas dan ke bawah untuk meregangkan otot-otot betis. Ulangi hal ini beberapa kali setelah melepaskan sepatu. Pasti, kaki Anda jadi terasa lebih nyaman setelah menukar sepatu itu dengan sepatu datar.

sumber: KOMPAS female

Jumat, 16 Juli 2010

Biaya pembuatan paspor hanya Rp270 ribu

"Masyarakat yang ingin membuat paspor mau pergi haji atau tidak, mesti dilayani secara baik. Biaya pembuatan paspor hanya Rp270 ribu dan tak ada tambahan,"

Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar meminta jajaran petugas imigrasi Sumatera Barat tidak mempersulit pengurusan paspor bagi masyarakat yang hendak pergi haji maupun ke luar negeri.

"Waktu pembuatan paspor masyarakat harus dimaksimalkan, paling lama prosesnya cukup empat hari sejak dilakukan foto identitas yang bersangkutan," kata Menkumham RI ketika melakukan kunjungan kerja ke Padang, Sabtu.

Menkumham melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat selama dua hari (16-17/7) dalam rangka meresmikan Kantor Kanwil Kemenkumhan Sumbar menjadi pusat pelayanan hukum terpadu dan membuka rapat Koordinasi Dilkumjakpol wilayah Sumbar.

"Masyarakat yang ingin membuat paspor mau pergi haji atau tidak, mesti dilayani secara baik. Biaya pembuatan paspor hanya Rp270 ribu dan tak ada tambahan," katanya di hadapan jajaran imigrasi, petugas Lapas dan Kanwil Kemenkumham Sumbar.

Menurut Menkumham, pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat setiap instansi di bawah lingkungan Kemenkumham harus diwujudkan dan terus dibenahi.

Karena itu, katanya, ke depan jangan sampai ada lagi terdengar keluhan masyarakat karena pelayanan yang dilakukan, baik di imigrasi maupun di Lembaga Pemasyarakatan.

"Kita akan pegang ungkapan Kakanwil Kemenkumham Sumbar, bahwa kalau pembuatan paspor untuk kebutuhan mendesak jangankan empat hari, tapi satu hari bisa selesai," katanya dan menambahkan, upaya ini memang harus dilakukan.

Dalam kesempatan itu, Menkumham juga mengungkapkan, sekarang jangan ada lagi pintu masuk Lapas, istilah pintu pertama, pintu kedua. Artinya, ujarnya, tidak ada lagi yang melakukan tindakan pungutan liar terhadap pembezuk.

Ia mengatakan, perubahan-perubahan akan terus dilakukan dalam meningkatkan pelayanan, seperti dalam Lapas sudah ada yang telah dibuka konsultasi hukum.

Terkait, selama ini ada narapidana yang tak tahu kapan mereka harus keluar dari tahanan, dan petugas Lapas pun tidak memberi tahu pula.

Kondisi itu, tentu merugikan bagi narapidana sehingga dicarikan terobosan dengan membuka konsultasi hukum bagi napi dan keluarga mereka yang mengunjungi.

Kemudahan-kemudahan dalam pelayanan bagi masyarakat, kata Menkumham, menjadi tuntutan diberikan dalam upaya menciptakan rasa keadilan dan menghargai serta menghormati hak azasi manusia.

Kepala Lapas Padang, Muji Raharjo ketika diminta tanggapan soal kutipan terhadap pembezuk di Lapas Klas IIA Padang, mengatakan tidak ada lagi tindakan di luar ketentuan, apalagi kutipan liar bagi pengunjung.

Muji mengungkap, tindak pungutan terhadap pengujung sudah sekitar dua tahun silam berakhir sampai sekarang, dan masyarakat yang berkunjung hanya masuk pada satu pintu.

Dalam kesempatan itu, Muji mengatakan, jumlah penghuni Lapas napi dan tahanan tercatat sekitar 670 orang.

sumber:Antara